Komitmen

Pondok pesantren sebagai rumah didik pengasuhan berfungsi merawat fitrah santri menuju pribadi dewasa yang berkarakter muslim sesuai ahlus sunnah waljama’ah.

Pastikan ananda sebelum berangkat mondok buat komitmen berakhlak baik, memiliki adab menuntut ilmu yang bermanfaat bagi diri untuk mewujudkan nilai dakwah ajang pengabdian nyata kepada masyarakat demi kemaslahatan umat.

Akhlak Harus Baik

Visi misi keluarga yang utama adalah meletakkan pendidikan pengasuhan ananda berakhlak mulia berbasis moral agama. Fenomena ini menciptakan maraknya anak mondok di pesantren sebagai realisasi pola asuh. Oleh karena itu, pastikan ananda siap dari rumah menuju pesantren dengan adab kepribadian penuntut ilmu.

Yakinkan bahwasanya kesuksesan itu bermula memiliki akhlak yang baik, tanpa alasan apapun.

Butuh

Kendala kurang memiliki adab akhlak menuntut ilmu, ananda butuh tekad kuat untuk berubah memperbaiki diri dengan sungguh-sungguh merasakan dalam pengawasan Allah Subhanahu wa Ta’ala benar-benar takut…memohon ampunan dan hidayah. Hingga terasa menuntut ilmu semakin mudah menyenangkan…wallaahu’alam

Orangtua faham

Mengambil keputusan untuk ananda tetap lanjut sekolah atau mengulang bahkan pindah sekolah itu orangtua yang faham kebutuhan ananda, karena orangtua tahu betul arah kebijakan yang sesuai untuk anaknya. Bukan memaksakan keinginan…kaji kembali apa visi misi keluarga.

Ketika ananda tidak naik kelas karena malas (gangguan lambat bersosialisasi menyesuaikan kegiatan di pondok) tapi mampu menyelesaikan akademisnya, in syaa Allah bisa lanjut sekolah…asalkan tidak buat masalah yang berkaitan dengan adab akhlak menuntut ilmu. Kecuali secara akademis ananda nampak kesulitan mengejar ketinggalan pelajarannya bisa rubah haluan ke sekolah yang sesuai dengan kemampuan dan ketrampilannya, atau orangtua bantu mengarahkan sesuai visi misi keluarga…Semoga Allah Ta’ala mudahkan.

Suluk

Dilematis seorang santri yang memiliki nilai suluk (akhlak) poinnya besar…sehingga tidak naik kelas, karena di pesantren adab/akhlak prioritas utama menuntut ilmu.

Biasanya santri yang memiliki latarbelakang pola asuh yang kurang disiapkan sebelum ke pondok, berulah aneh-aneh menunjukkan sikap melanggar aturan yang telah ditentukan hingga batas maksimal…harus dikembalikan kepada pengasuhan orangtuanya.

Bahaya laten bagi keputusan orangtua yang membiarkan ananda mengulang kelas di pesantren akan mencemari santri yang sudah memiliki standar adab/akhlak menuntut ilmu.

Seharusnya ananda dipindahkan sekolah di sekitar rumah untuk memudahkan orangtua memantaunya, in syaa Allah pondok pesantren radius dekat rumah pasti ada…Allah musta’an.

Melow Ada Remed

“Assalamu’alaikum ustadz..Afwan ananda berangkat pondok ini tadi nangis lagi tidak mau balik..klo ada sesi ngobrol² tolong mungkin ustadz bisa menggali apa penyebabnya dan memberikan motivasi pd ananda agar sifat melownya bisa berkurang…Sya khawatir ananda minta pindah sekolah ustadz…klo akademiknya sy percaya ananda msh bisa ngejar ketinggalannya tp klo mentalnya itu yg susah, memang hrs sering² dimotivasi..dia tuh msh ky terpaksa gt ngikutin kegiatan di pondoknya ustadz..blm bisa ikhlas msh sering ngedumel..” curhat wali santri kepada musyrif via whatsApp.

Ternyata ananda memiliki 8 mapel hasil asasmen tengah semester yang remidi, khawatir tidak naik kelas karena batas remidi tidak boleh lebih dari 5 mapel untuk kelas 7 & 8.

Estafet

Alhamdulillah, hasil asasmen tengah semester telah dishare wali kelas kepada musyrif yang selanjutnya estafet pendampingan santri yang memiliki remedial di atas 5 mapel untuk kelas 7 atau 8 pengawalan khusus memastikan ketuntasannya, karena rawan tidak naik kelas.
Lagi² musyrif menjadi ujung tombak santri meraih pencapaian akademisnya. Qodarullah dari 47 santri Madyan 12 ananda (25%) terpapar melebihi 5 mapel remidi. Semoga senantiasa dalam pertolongan Allah Ta’ala.

Fix

Musyrif bertanya kepada santri yang tidak mengumpulkan laporan monitoring kegiatan santri selama liburan, jawabnya: “Ketinggalan di rumah, ustadz”.
Padahal selama 4 pekan yang bersangkutan setor bukti dokumentasi kegiatan hanya satu kali, berarti fix lalai tidak terpantau orangtua dalam kesehariannya.

Semoga senantiasa dalam perlindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala.